Sebagai santri di Ponpes Al-Hikmah Binangung, Singgahan, Kabupaten Tuban, Fatkul Ilma terus belajar. Tak melulu bersentuhan dengan kitab, ia juga menggeluti dunia seni papercut. Karya-karyanya sudah banyak dipesan oleh masyarakat luas.

Ilma yang lahir di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro ini memang menyukai menggambar sejak kecil. Ia senang menggambar di kertas yang kemudian dikembangkan menjadi karya seni papercut. “Satu karya bisa selesai sekitar 2 hingga 3 jam. Tapi tergantung mood juga sih. Soalnya nggak bisa dipaksakan,” kata pemuda yang kini berusia 20 tahun.

Berkarya baginya bukan soal materi, melainkan soal kepuasan jiwa. Ia membuat karya semata-semata hanya didorong oleh kesenangannya di dunia lukis. Dengan membuat karya, ia merasa senang. Jadi, ia enggan melihat karyanya dari besarnya uang melainkan bagaimana seseorang menghargai karya tersebut. “Kalau harga sulit ditentukan,” tuturnya.

Kreativitasnya memang patut dicontoh oleh anak-anak muda. Baginya, apapun bisa dipelajari. Sehingga anak-anak muda seusianya perlu mencari hal-hal baru dan mempelajarinya. Karena tidak ada ilmu di dunia ini yang tak bisa dipelajari.

Salah satu karyanya
SHARE